Jumat, April 4, 2025
SriBasuki
Blog

5 Permainan Tradisional Indonesia yang Hampir Punah, Yuk, Kenalkan ke Anak Cucu!

Permainan tradisional Indonesia merupakan warisan budaya yang kaya dan penuh dengan nilai-nilai luhur. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak permainan tradisional yang hampir punah karena tergerus oleh perkembangan teknologi dan permainan modern. Padahal, permainan-permainan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan kebersamaan, kejujuran, serta keterampilan fisik dan mental. Oleh karena itu, penting untuk mengenalkan kembali permainan tradisional ini kepada anak cucu, agar tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga tetap lestari.

Berikut adalah 5 permainan tradisional Indonesia yang hampir punah namun masih layak untuk dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.


1. Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak pada zaman dahulu. Permainan ini dimainkan menggunakan papan kayu panjang yang memiliki dua baris lubang, dengan masing-masing lubang diisi oleh biji-bijian kecil, seperti kelereng atau batu kecil. Tujuan permainan ini adalah mengumpulkan biji sebanyak-banyaknya di satu tempat tertentu. Meskipun congklak sudah mulai jarang dimainkan, permainan ini mengajarkan keterampilan berpikir, perencanaan, dan strategi.

Cara Bermain:

  • Setiap pemain memiliki satu sisi papan dan sejumlah biji.
  • Pemain akan mengambil biji dari salah satu lubang dan membagikannya ke lubang-lubang berikutnya sesuai dengan aturan permainan.
  • Pemain yang berhasil mengumpulkan biji terbanyak di sisi mereka akan menjadi pemenang.

Congklak sangat bagus untuk melatih konsentrasi dan kemampuan matematika anak, karena setiap langkah harus dipikirkan dengan hati-hati. Oleh karena itu, permainan ini sangat cocok untuk dimainkan oleh anak-anak di era modern sebagai alternatif dari permainan digital.


2. Egrang

Egrang adalah permainan tradisional yang melibatkan penggunaan dua tongkat panjang untuk berjalan. Biasanya, tongkat ini terbuat dari bambu, dan pemain harus menjaga keseimbangan sambil berjalan di atas tongkat tersebut. Meskipun permainan ini memerlukan keterampilan fisik yang cukup tinggi, egrang sangat seru dimainkan karena menantang keberanian dan keseimbangan.

Cara Bermain:

  • Pemain akan berdiri di atas dua tongkat bambu yang dipasang pada posisi yang cukup tinggi.
  • Pemain harus berjalan dengan tongkat tersebut, menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh.
  • Egrang sering dimainkan dalam kompetisi, siapa yang paling cepat sampai di garis finish tanpa terjatuh, dialah pemenangnya.

Permainan ini mengajarkan anak-anak untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar, keseimbangan tubuh, serta melatih fisik mereka. Meskipun sudah jarang ditemukan, egrang bisa menjadi pilihan permainan yang menyenangkan dan menantang bagi anak-anak.


3. Petak Umpet

Petak umpet adalah permainan yang hampir semua orang Indonesia pernah mainkan. Permainan ini sangat sederhana dan tidak membutuhkan alat atau persiapan yang rumit, hanya membutuhkan ruang terbuka dan jumlah pemain yang cukup. Tujuan dari petak umpet adalah untuk menyembunyikan diri dari pemain lain yang sedang mencari. Meskipun permainan ini mudah dimainkan, petak umpet mengajarkan keterampilan sosial, keberanian, dan strategi.

Cara Bermain:

  • Salah satu pemain akan ditunjuk untuk mencari pemain lainnya, sementara pemain lain akan bersembunyi di tempat-tempat yang aman.
  • Pemain yang menemukan semua pemain yang bersembunyi akan menjadi pemenang dan bertugas untuk mencari pada giliran berikutnya.

Petak umpet adalah permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak di mana saja, baik di halaman rumah, sekolah, atau taman. Dengan permainan yang tidak membutuhkan alat, petak umpet sangat mudah diterapkan dan bisa mengajarkan pentingnya kerjasama dalam kelompok.


4. Layang-Layang

Layang-layang atau yang sering disebut sebagai “layangan” adalah permainan yang sudah lama ada di Indonesia, bahkan di beberapa daerah di Indonesia, layang-layang memiliki nilai budaya yang sangat kuat. Meskipun popularitasnya mulai menurun, permainan ini tetap memiliki daya tarik tersendiri. Membuat dan menerbangkan layang-layang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, apalagi jika dimainkan bersama teman-teman atau keluarga.

Cara Bermain:

  • Setiap pemain membuat layang-layang dari bambu dan kertas atau plastik.
  • Pemain akan mencoba menerbangkan layang-layang mereka agar bisa terbang setinggi mungkin.
  • Kadang, layang-layang juga digunakan dalam pertandingan untuk saling memotong benang layang-layang lawan.

Layang-layang tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Selain itu, permainan ini bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. Meskipun kini banyak teknologi yang bisa menggantikan aktivitas luar ruangan ini, bermain layang-layang tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk melatih ketangkasan dan kesenangan bersama.

Baca Juga: Gingeride Lintas Wawasan Berita Terpercaya


5. Bentengan

Bentengan adalah permainan yang melibatkan dua tim, di mana masing-masing tim berusaha untuk mempertahankan benteng mereka dari serangan tim lawan. Biasanya, bentengan dimainkan di lapangan terbuka dan membutuhkan kekompakan tim serta strategi yang baik untuk memenangkan permainan.

Cara Bermain:

  • Dua tim akan membangun benteng mereka, biasanya dengan garis atau tanda sebagai batas.
  • Pemain dari kedua tim akan saling mengejar dan berusaha menyerang benteng tim lawan.
  • Tim yang berhasil menyerbu dan menguasai benteng lawan terlebih dahulu akan menjadi pemenangnya.

Permainan bentengan mengajarkan pentingnya kerjasama, komunikasi, dan strategi tim. Bentengan juga membantu anak-anak untuk aktif bergerak, berlari, dan melatih kemampuan fisik mereka. Oleh karena itu, permainan ini sangat cocok untuk dimainkan di luar ruangan dan dapat mempererat hubungan antar teman atau keluarga.


Mengapa Penting untuk Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Cucu?

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak cucu memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  1. Melestarikan Budaya: Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang harus dijaga agar tidak punah. Dengan mengenalkannya kepada anak cucu, kita turut melestarikan budaya bangsa.
  2. Membangun Karakter Anak: Banyak permainan tradisional yang mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, kerjasama, dan kreativitas. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak menjadi lebih baik.
  3. Meningkatkan Keterampilan Sosial: Permainan tradisional sering dimainkan secara kelompok, yang membantu anak-anak belajar bekerja sama dan berinteraksi dengan teman sebayanya.
  4. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi: Dengan memperkenalkan permainan tradisional, anak-anak dapat menikmati waktu bermain tanpa harus bergantung pada gadget atau permainan digital yang bisa berisiko bagi perkembangan mereka.

Dengan mengenalkan permainan tradisional ini, kita tidak hanya menjaga agar budaya Indonesia tetap hidup, tetapi juga memberikan anak cucu kesempatan untuk menikmati permainan yang penuh dengan nilai positif. Jadi, mari bersama-sama melestarikan permainan tradisional Indonesia dengan mengenalkannya kepada generasi mendatang!

Info Menarik Lainnya: gingeride.id